Saat Tergoda Mie Pele "Cafe Joglo Lawas" Dengan Filosofi Begini…

  • lae
  • 11 September 2017 | 08:04:07
  • 92 Kali Dilihat
Saat Tergoda Mie Pele "Cafe Joglo Lawas" Dengan Filosofi Begini…
Menikmati suasana malam di Cafe Joglo Lawas Jogjakarta.

Beritaenam.com, Jogjakarta - Kuliner malam di Jogjakarta banyak ragamnya. Bukan sekedar gudeg, atau kopi joss, apalagi lesehan Malioboro. Itu sih sudah biasa. Kopi klothok? Yah lumayan, tapi lokasinya agak jauh di kawasan Kaliurang.

Di samping alun-alun utara ada tempat nongkrong lumayan keren. Namanya Cafe Joglo Lawas. View menghadap alun-alun. Nggak jauh dari situ ada mie pele, cukup rame juga. Tapi yang cukup menggoda ya, Joglo Lawas.

Cafe Joglo Lawas menawarkan aneka makanan dan minuman, mulai dari nasi gorang khas pendopo, ayam asmara, ayam blackpeper, dan lain-lain. Minumannya ada kopi item, jahe, wedang ronde dan lain-lain.

Awalnya saya ditemani Eko Tw seorang pengusaha media jaringan dan Isan Riyanto wartawan senior asal jogja.

Tampak lalu lalang pengunjung menempati area bangku indoor. Nggak lama kemudian datang rombongan dari jakarta, ada Chyo Tatha, Nani Rahayu Mubarok, dan salah seorang karyawan saya dari makasar yang kebetulan lagi tugas di semarang, Winda Anugrah.

Lengkap kita menghabiskan waktu malam di alun-alun utara, sambil menikmati minuman dan makanan ringan.

Kita pesen wedang ronde, snack nya jamur cipsy. Tampak lalu lalang pengunjung menempati area bangku indoor.

Menikmati suasana di sayap alun-alun utara, terasa kita sedang menjadi tamu Keraton. Suasana kesantunan dalam sikap dan perilaku, merepresentasi obrolan kita malam ini.

Tidak ada teriakan, atau suara melengking sedang memanggil. Tertawa sewajarnya, ngobrol lepas dengan ekspresi wajar.

Tongkrongan malam Jogjakarta layaknya bukan sekedar sebagai persinggahan menikmati.menu makanan, tapi sebagai ajang interaksi sekaligus menikmati view, sambil foto-foto selfie.

Menarik mengutip filosofi jawa, yang tercantum dalam buku menu Joglo Lawas, bahwa manusia mungkin bisa bertahan hidup tanpa.makanan, tapi tidak ada manusia yang bisa bertahan hidup tanpa harapan.

Bahagia secukupnya, sedih seperlunya. Mencintai sewajarnya, membenci sekedarnya. Tapi bersyukurlah sebanyak banyaknya.(Agi)

Wuihh kerenn....

Srusup wedang rondenya...

 

.

 

 

Tag :
Follow Us :

BERITA TERBARU

  • ©2017 beritaenam.com

Portal Berita beritaenam.com